Periwayathadits yang terakhir; Contoh Sanad dan dalam hadits. Berikut ini contoh Sanad dalam Hadits yang dikutip dari buku yang ditulis Mahmudah Mastur dengan judul Seri Ensiklopedia Anak Muslim: Mengenal Al-Qur'an dan Hadits, yaitu: 1. Dalam sebuah yang berbicara tentang kenikmatan bagi orang yang masuk syurga.
StrukturHadits Sanad Matan Rawi Dan Mukharrij - Berbagai Struktur. Buku Dasar Dasar Ilmu Hadits Sejarah Ilmu Rawi Sanad Matan Mutawattir | Shopee Indonesia. Contoh 3 hadis lengkap dengan arti dan sanad,matan,dan rawi? - Struktur Hadist - Konsep Sanad, Matan, dan Rawi ~ 'Happiness is Yours'
Sanaddan matan merupakan dua unsur pokok hadist yang harus ada pada setiap hadist. Suatu berita tetang Rasulullah SAW (matan) tanpa ditemukan rangkaian atau susunan sanadnya, maka tidak bisa disebut hadist, sebaliknya, jika susunan sanadnya bersambung sampai rasul, namun tidak ada berita yang dibawanya, juga tidak bisa disebut hadist.
Pengertianhadis bisa dianggap sempurna manakala memenuhi lima unsur penting, yakni rawi, sanad, mukharrij, shiyaghul ada' dan matan hadis. Kelima unsur tersebut sebagai pertimbangan penilaian sebuah riwayat, masuk dalam kategori shahih, hasan, atau dhaif.
NEAN3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Al-qurโan adalah petunjuk kehidupan semua umat islam. Tidak hanya al-qurโan saja tetapi umat muslim juga memerlukan penjelasan dalam menerapkan kebaikan di dunia dan diakhirat terutama dari perilaku baik Nabi Muhammad SAW yang merima wahyu. Penjelasan-penjelasannya bisa dari perbuatan dan pengucapannya yang akan diriwayatkan dan dibukukan, yaitu keilmuan islam yang disebut dengan hadis. Dengan demikian hadis ini menepati posisi kedua setelah Al-qurโan. Hadis ini memang berbeda dari al-qurโan. Semua ayat-ayat Al-qurโan diturunkan secara mutawatir, tetapi pada hadis diriwayatkan dari perbuatan dan pengucapan maupun pernyataan atau pengakuan dari Nabi, Sahabat Nabi dan hadis juga membutuhkan penelitian dengan cara mengetahui struktur hadis yaitu matan, sanad, dan mukharrij rawi, tiga unsur tersebut itulah terpenting dalam sebuah hadis Nabi. Untuk itu dalam pembahasan makalah ini kami akam menyajiakan bahan diskusi kami yang berjudul Struktur Hadis Sanad, Matan dan Mukharrij Rawi. Kami akan memaparakan pengertian dari Sanad, Matan, dan Mukharrij beserta contohnya. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Sanad dan berikan contohnya? 2. Apa pengertian dari matan dan berikan contohnya? 3. Apa pengertian dari mukharrij rawi dan berikan contonya? C. Tujuan Penulisan 1. Agar dapat mengetahui pengertian dari sanad dan contohnya. 2. Dapat memahami pengertian dari matan dan contohnya. 3. Dapat memahami pengertian dari mukharrij dan contonya. BAB II PEMBAHASAN A. SANAD 1. Pengertian Sanad Sanad menurut bahasa artinya โSandaranโ, atau sesuatu yang dijadikan sebagai sandaran. Maksudnya adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadis dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal sebelum pencatat hadis dan berakhir pada ran sebelum Rasulullah SAW yaitu Sahabat. Dikatakan demikian, karena suatu hadis bersandar kepadanya. Sedangkan pengertian sanad menurut istilah ilmu hadis, banyak ulama yang mengemukakan, diantaranya adalah a. As-suyuti dalam bukunya Tadrib ar Rawi, hal 41, menulis ุงู ูุฅูุฎูุจูุงุฑูุนููู ุทูุฑููููู ุงููู
ูุชููู โBerita tentang jalan matanโ. b. Mammud at Tahhan, mengemukakan sanad adalah ุณูููุณูููุฉู ุงูุฑููุฌูุง ูู ุงููู
ูููุตูููุฉู ุงูููู ุงููู
ูุชููู โSilsilah para perawi hadis yang menghubungkan sampai kepada matan hadisโ.[1] Di dalam bidang ilmu hadis sanad itu merupakan salah satu neraca yang menimbang shahi atau dhaifnya suatu hadis. Tidak sembarangan orang bisa meriwayatkan suatu hadis, hanya orang-orang tertentu saja itupun harus memenuhi syarat-syarat agar dapat meriwayatkan suatu hadis yaitu diantaranya Para membawa hadis harus lah adil, taqwa, tidak fasid, menjaga kehormatan diri, dan mempunyai daya ingat yang tinggi. Sanadnya bersambung dari suatu periwat kepada periwayat lain sampai kepada sumber berita pertama maka sanadnya dinilai shahih. Tetapi apa bila dari salah satu persyartan tersebut orang itu fasid maka hadis itu disebut dhaif palsu. 2. Contoh Sanad ุญูุฏููุซูููุง ู
ูุญูู
ููุฏูุจููู ุงููู
ูุซููููู ููุงููุญูุฏููุซูููุง ุนูุจูุฏูุงูููููููุง ุจู ุงูุซููููููู ููุงูู ุญูุฏููุซูููุง ุฃููููููุจู ุนูููุก ุฃูุจูู ูููู ุจูุฉู ุนููู ุงููููุณู ุงูููุจููู ุฑุณูู ุงููู ุนููู ููุงูุถ ุซููุงู ุซู ู
ููู ููููู ูููููููุฌูุฏูุญููุงู ููุฉูุงูุฅูููู
ูุงูู ุฃููู ูููููููู ุงููู ูุฑุณู ูููู ุฃูุญูุจูู ุฅููููููู ู
ูู
ููุงุณูููุงููู
ูุง,ููุงููู ููุญูุจูู ุงููู
ูุฑูุฃููุงู ููุญูุจูููู ุฅููุงูู ููููููู, ููุฃููู ููููุฑููู ุฃููู ููุนูููุฏูููู ุงูููููุฑูููู
ูุง ููููุฑููู ุฃููู ููููุฐููู ููู ุงููููุง ุฑู ุฑูุงูุงูุจุฎุงุฑู โTelah memberitahu kepadaku Muhammad Ibn al-Mutsana, ia berkata Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi mengabarkan kepadaku, ia berkata Telah bercerita kepadaku Ayyub atas pemberitaan Abi Qilabah dari Anas dari Nabi SAW sabdanya Tiga perkara, yang barang siapa mengamalkannya niscaya memperoleh kelezatan iman, yaitu 1 Allah dan Rasul-Nya hendaknya dicintai daripada selainnya, 2 Kecintaan kepada seseorang, tidak lain karena Allah semata-mata, 3 Keengganan kembali kepada kekufuran, seperti keinginannya dicampakkan keneraka. HR. Bukhari.[2] Dari hadis diatas dapat dijelaskan 1. Matan hadinya dimulai dengan kata-kata tsalatsun sampai dengan an yuqdzafa finnar. 2. Hadis diatas diterima Imam Bukhari melalui sanad-sanad. a. Muhammad Ibn Al-Mutsanna Sanad pertama b. Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi Sanad kedua c. Ayyub Sanad ketiga d. Abi Qilabah Sanad keempat e. Anas Ra Sanat kelima, hingga sampai kepada Nabi SAW. Dalam hal ini dapat pula dikatakan bahwa sabda Nabi SAW diatas disampaikan oleh a. Anas Ra Sebagai Rawi pertama b. Abu Qilabah Rawi kedua c. Ayyub Rawi ketiga d. Ats-tsaqafi Rawi keempat e. Muhammad Ibnu Mutsanna Rawi kelima f. Hingga sampai Imam Bukhari sebagai rawi terakhir. Sehinnga Imam Bukhari merupakan sanad pertama dan rawi terakhir bagi kita.[3] B. MATAN 1. Pengertian Matan Kata โMatanโ atau โal-matnโ menurut bahasa berarti ma irtafaโa min al-ardhi tanah yang meninggi. Sedangkan menurut istilah adalah a. Menurut muhammad at-Thahan ู
ูุงููููุชูููู ุฅููููููู ุงูุณููููุฐูู
ููู ุงูููููุงูู
ู โSuatu kalimat tempat berakhirnya sanadโ. b. Atau dengan redaksi lain menurut Ajjaj al-khatib ุงููููุงุธู ุงูุญูุฏูููุซ ุงููููุชูู ุชูุชููููููู
ูุจูููุงู
ูุนูุงูููููู โLafaz-lafaz hadis yang didalamnya mengandung makna-makna tertentuโ. Dari semua pengertian diatas menunjukkan, bahwa yang dimaksud dengan matan adalah materi atau lafaz hadis itu sendiri. Posisi matan dalam sebuah hadis amatlah penting karena dari matan tersebutlah adanya berita dari Nabi atau berita dari Sahabat Nabi tentang Nabi baik itu tentang syariat ataupun lainnya.[4] 2. Contoh Matan ููุง ูุตูู ู
ุน ุฑุณูุงููู ุตูุนู
ูู ุดุฏุฉุงูุญุฑ,ูุฅุฐุงูู
ูุณุชุทุน ุฃุญุฐูุงุฃู ูู
ูู ุฌุจูุชู ู
ู ุงูุฃุฑุถ ูุจุณุทุซู ุจู ูุณุฌุฏุนููู โKami shalat bersama-sama Rasulullah SAW pada waktu udara sangt panas. Apabila salah seorang dari kami tak sanggup menekankan dahinya diatas tanah, maka ia bentangkan pakaiannya lantas sujud diatasnyaโ.[5] Dari penjelasan hadis diatas dapat disimpulkan bahwa matan adalah tempat suatu berita atau materi baikm itu ucapan Nabi maupun Sahabat Nabi. C. Mukharrij Rawi 1. Pengertian Mukharrij rawi Mukharrij artinya yang mengeluarkan. Tiap-tiap orang yang mengeluarkan atau mencatat hadis. Mukharrij yaitu orang yang telah menukil atau mencatat sesuatu hadis pada kitabnya. Didalam Suatu hadis biasanya disebutkan pada bagian terakhir nama dari orang yang telah mengeluarkan hadis tersebut.[6] 2. Contoh Mukhariij Pada hadis yang pertama di contoh sanad yang disebut dengan mukharrij pada nama bagian yang terakhir yaitu HR. Bukhari. Adapun contoh lain yaitu Ibnu Malik, Mutafaโ Alaih, HR Abu Daud dan Majah, HR Tirmidzi dan lain-lain. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Sanad adalah sandaran suatu hadis. Jalannya sanad bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi, dari rawi yang pertama sampai kepada rawi yang terakhir yaitu Sahabat Nabi. Matan adalah materi atau lafaz hadis yang mengandung makna. Posisi matan dalam hadis sangatlah penting karena dari matan tersebutlah adanya berita Nabi atau berita dari Sahabat Nabi tentang Nabi, baik itu tentang syariat ataupun lainnya. Mukhrrij adalah orang yang mengeluarkan suatu hadis. Biasanya disebutkan pada bagian yang terakhir suatu hadis. DAFTAR PUSTAKA Solahudin Agus dan Suyadi Agus. 2008. Ulumul Hadis. Bandung Pustaka Setia. Tzzan Ahmad dan Nur Saifudin. 2011. Ulumul Hadis. Bandung Buahbatu. Suparta Munzier. 2013. Ilmu Hadis. Jakarta Rajawali Press. [1] Agus Solahudin, dan Agus Suyadi, Ulumul Hadis Pustaka Setia, 2008 hlm. 89 [2] Agus Solahudin, dan Agus Suyadi, Ulumul Hadis Pustaka Setia, 2008 [3] Munzier Saputra, Ilmu Hadis Rajawali Press, 2013 [4] Munzier Saputra, Ilmu Hadis Rajawali Press, 2013 [5] Ahmad Tzzan, dan Saifudin Nur, Ulumul Hadis Buahbatu, 2011 [6] Munzier Saputra, Ilmu Hadis Rajawali Press, 2013
100% found this document useful 1 vote4K views13 pagesCopyrightยฉ ยฉ All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote4K views13 pagesMakalah Struktur Hadis Sanad, Matan, MukharidJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
๏ปฟPendahuluan Hadis merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah al-quran sebagai sumber hukum yang pertama dan utama bagi umat Islam, jadi mempelajari hadis juga sama pentingnya dengan mempelajari al-quran. Dan banyak sekali isi hadis yang juga menjelaskan tentang al-quran, sehingga hadis dan al-quran tidak bisa dipisahkan. Pengertian hadis sendiri adalah segala yang disandarkan kepada nabi, baik dari segi perbuatan, perkataan, maupun ketetapan yang telah ditetapkan sendiri oleh nabi, jadi hadis adalah segala hal yang berkaitan dengan nabi yang dijadikan teladan oleh kita sebagai ummatnya. Dan hadis tersebut bisa sampai kepada kita melalui para sahabat yang meriwayatkannya, didalam ilmu hadis orang meriwayatkan hadis tersebut disebut perawi. Di dalam hadis banyak terdapat ilmu-ilmu yang membahas hadis dari segala aspek baik dari matan maupun sanad. Dan didalam mempelajari ilmu hadis kita bisa meneliti suatu hadis dari dua hal, yang pertama dari segi kualitas dan yang kedua dari segi kuantitas rawi, dari segi kualitas terdapat beberapa macam yaitu hadis sahih, maudhu'. Sedangkan dari segi kuantitas terdapat 2 macam, yaitu hadis muatawatir dan hadis ahad. Dalam pembahasan ini akan menjelaskan tentang hadis shahih dari segala aspek, yang bisa kita teliti tentang hadis sahih serta bagaimana pandangan para ulama tentang hadis sahih tersebut. Pengertian Hadis Sahih Secara lliteral, sahih berarti sehat, selamat, benar, sah dan sempurna. Antonim dari kata ini adalah saqim sakit. Dengan demikian, hadis sahih berarti hadis yang selamat, sehat, sah, atau sempurna. Menurut terminologi hadis sahih adalah hadis yang memiliki sanad yang bersambung kepada nabi SAW, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, hingga akhir sanad nya dan tidak ada kejanggalan illat nya. Ada juga pengertian lain tentang lain tentang hadis Shahih yaitu yaitu lawan dari kata saqim sakit. Kata sahih juga telah menjadi kota kasa bahasa Indonesia dengan arti sah.; benar, sempurna sehat tiada segalanya; pasti1. Definisi diatas menjelaskan bahwa hadis sahih adalah hadis yang memenuhi kaidahkaidah keshohihan hadis, yaitu 1 Dr H Munzier Suparta ,Ilmu Hadis,JakartaRaja Grafindo,2010,